KOPERASI WANITA

Pemerintah dan berbagai pihak terus memberi dukungan kuat pada kegiatan pemberdayaan kaum perempuan Indonesia. Dukungan tersebut dilakukan melalui banyak sektor, seperti kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan sebagainya. Upaya ini dimaksudkan agar makin menguatkan kemandirian kaum perempuan, termasuk dalam memberikan sumbangsihnya pada upaya meningkatkan derajat perekonomian dan kesejahteraan keluarga.

SALAH satu kegiatan pemberdayaan perempuan yang dilakukan melalui sektor ekonomi adalah usaha koperasi. Koperasi yang selama ini dikenal sebagai pilar dari perekonomian bangsa merupakan pilihan tepat bagi kaum perempuan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga maupun kelompoknya. Apalagi, saat ini peranan pemerintah dalam melindungi koperasi dari hambatan kekuatan yang besar dan jaringan yang kokoh, sehingga memungkinkan koperasi dan anggotanya bisa hidup sejahtera. Dengan demikian, koperasi dengan anggotanya yang memiliki usaha kecil, mikro dan menengah yang bagus diharapkan akan mampu bersaing manakala usaha besar tidak “menggelontor” dengan potongan harga atau “dumping” yang berlebihan. Persaingan bisa dilakukan secara wajar. Saat ini telah dikibarkan Peningkatan Program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera (Perkassa) yang fokus dalam memberikan pelayanan bagi kaum perempuan, dan juga yang melakukan usaha pada skala mikro, di antara nama-nama lainnya. Sejatinya, sejauh mana peluang koperasi yang dikelola kaum perempuan itu mampu “hidup” dan bersaing dengan pelaku usaha lainnya di tengah ketatnya pasar era global. Seberapa besarkah kemampuan kaum perempuan dalam mengelola usaha koperasi itu? ”Koperasi wanita (KoIpwan) merupakan satu badan usaha yang digerakan oleh perempuan. Jenis operasinya merupakan simpan pinjam baik berpola konvesional.

Koperasi Wanita menyerahkan sepenuhnya kepada anggotanya yang mayoritas perempuan bisa konveksi, bordir, kerajinan, maupun perdagangan. Melalui program Perkasa (Peningkatan Program Perempuan Keluarga Sehat dan Sejahtera) tahun 2006 dan 2007 misalnya, pihaknya telah memberikan penguatan permodalam kepada 450 Koperasi Wanita yang tersebar di seluruh Indonesia. Rencananya, tahun 2008 ini, jumlah penerima Program Perkassa ditingkatkan menjadi seribu Koperasi Wanita atau meningkat 400 persen dibanding 2007. Bahkan sampai dengan 2009 kami berharap bisa 3 ribu Koperasi Wanita mendapat penguatan permodalan ini.

Bangun sinergi Pemerintah dalam hal ini, Kementerian Koperasi dan UKM dalam melakukan upaya memberi dukungan penguatan kepada kaum perempuan melalui koperasi, mengajak berbagai pihak untuk bersinergi. Yakni dengan mengundang lembaga- lembaga non pemerintah, salah satunya Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) untuk bisa ikut serta secara aktif membangun koperasi. Dengan demikian sebanyak 1000 unit koperasi yang akan dikembangkan di tahun 2008 dengan mulus bisa dicapai. Seperti juga cita-cita yang banyak diketengahkan di masa lalu, bertujuan untuk memberdayakan pengusaha perempuan skala mikro, meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dalam bidang manajemen usahadan pengelolaan keuangan, serta memperkuat peran dan posisi Koperasi Simpan Pinjam/Unit Simpan Pinjam Koperasi (KSP/USP-Koperasi) dalam mendukung upaya perluasan kesempatan kerja dan pengentasan kemiskinan.

Sedangkan fungsi Kementerian Koperasi dan UKM melalui Perkassa, menyalurkan dana perkuatan permodalan bagi pengusaha wanita (perempuan) yang bergabung dalam koperasi wanita di daerahnya, menyalurkan kredit usaha dengan persyaratan ringan dan terjangkau, membantu mewujudkan peran koperasi wanita dalam kancah pengembangan ekonomi kerakyatan sekaligus untuk mengentaskan kemiskinan. Dalam prakteknya Kementerian menyalurkan dananya melalui dua sistem, yaitu sistem konvensional dan sistem syariah. Dana dengan sistem konvensional disalurkan melalui bank-bank pembangunan daerah, sedang- melalui bank-bank dengan sistem syariah. Dengan dua cara itu, koperasi para ibu atau koperasi wanita yang memenuhi syarat dapat memperoleh penguatan dana dari kedua sistem tersebut di atas. Oleh karena itu, di tahun 2008 ini akan membantu mengajak dan mengembangkan kelompok-kelompok yang di masa lalu telah bergerak dan berhasil dalam upaya ekonomi mikro melalui kelompok-kelompok dan telah melanjutkan usaha dengan kredit Pundi, Pundi Kencana dan Sudara, untuk segera membentuk koperasi dan memanfaatkan dana bergulir dengan bunga ringan yang disediakan pemerintah tersebut. Para pengusaha mikro diharapkan bisa mengembangkan koperasi primer yang mempunyai usaha simpan pinjam di antara anggotanya sehingga memperoleh kesempatan pertama untuk mendapatkan dana bergulir yang disediakan. Koperasi yang dibentuk itu akan segera diarahkan untuk bergabung dalam usaha yang ada di kabupatennya, atau di wilayah kota yang menjadi binaan dari Dinas Koperasi dan UKM di daerahnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: