PEREKONOMIAN GLOBAL

JAKARTA, KOMPAS.com – Bank Indonesia (BI) baru saja menaikkan suku bunga Fasilitas Simpanan BI atau Fasbi rate 25 basis poin menjadi 4,25 persen. Bank sentral mengungkapkan, ini adalah tindakan pre-emptive untuk  menahan pelemahan rupiah dan menahan dampaknya ke inflasi.

“Itu adalah salah satu sinyal kesiapan kita untuk merespons perkembangan moneter, dengan adanya likuiditas di pasar,” kata Gubernur BI Agus Martowardojo di gedung DPR, Rabu (12/6/2013). Agus bilang, saat ini rupiah banyak digunakan untuk membeli valuta asing (valas).

Makanya, BI menyiapkan jumlah Rupiah yang memadai. “Ini seperti lelang SBN, prinsipnya adalah memberikan dana rupiah kepada pasar,“ ujarnya. Selain itu, BI merilis kebijakan ini karena mewaspadai ancaman inflasi.

Menurut Agus, pelemahan rupiah terjadi karena faktor eksternal kondisi pasar global dan faktor internal berupa permintaan dollar yang besar dari korporasi pada pertengahan tahun. “Ini untuk memenuhi kewajiban dan pembayaran utang mereka,” katanya.

Maka dari itu, ia menilai kenaikan Fasbi rate ini akan berdampak baik terhadap rupiah. “Kami melihat ini akan membawa kondisi yang lebih baik,” kata Agus. (Annisa Aninditya Wibawa/Kontan)

Lembaga Moneter International (IMF) pada hari ini merilis prediksinya terhadap pertumbuhan ekonomi global yang akan menyentuh level 3,3% untuk tahun ini. Level tersebut lebih rendah dari prediksi yang dikeluarkan di awal tahun ini yang sebesar 3,5%. Turunnya prediksi tersebut disebabkan oleh adanya sebuah dampak dari penurunan pertumbuhan ekonomi di kawasan Uni Eropa untuk tahun ini yang diprediksi akan hanya mencapai level 0,3% saja.

Selain itu, perlambatan ekonomi global juga menjadi pemicu mengapat proyek GDP global mengalami penurunan tahun ini. Hal tersebut dapat kita lihat bagaimana Fed dan Bank of Japang berusaha mengeluarkan beberapa kebijakan mulai dari menjaga stabilitas mata uang sampai dengan membeli obligasi guna mendorong pergerakan sektor riil. Bagi Jepang sendiri, stimulus moneter dan sektor riil memang sangat diperlukan seiring dengan adanya target meningkatkan performa ekonomi sebesar 1,6% untuk tahun ini atau lebih tinggi dari tahun lalu yang sebesar 1,2%. Sedangkan proyeksi ekonomi AS tahun ini diperkirakan akan mengalami kenaikan 1,9% atau turun dari prediksi diawal tahun yang sebesar 2%.

Menurut Chief Economist IMF, Olivier Blanchard, fokus utama perekonomian global untuk tahun ini masih tertuju kepada perekonomian Eropa. Beberapa negara yang masih belum pulih dari ancaman resesi diperkirakan masih akan bergelut dengan kontraksi ekonomi seperti pada Italia, Spanyol, Portugal dan Siprus. Ia juga menghimbau bahwa bank sentral Eropa (ECB) harus terus berkomitmen dalam menyelamatkan ekonomi negara-negara tersebut. Pembelian surat hutang dinilai akan menjadi kebijakan yang strategis pada saat ini.

Lalu bagaimana dengan perekonomian China, India dan Brasil untuk tahun ini? Sama seperti mayoritas negara-negara lainnya diatas, ketiga negara tersebut juga tercatat mengalami penurunan. Perekonomian China untuk tahun ini diproyeksikan akan mengalami penurunan menjadi 8% dari 8,2% pada awal tahun. Sedangkan India mengalami penurunan sebesar 0,2% menjadi 5,7% dan Brasil turun 0,5% menjadi 3,5%.(JP/JA/VBN) 

 

Sumber :

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/06/12/18575921/Perekonomian.Global.Diperkirakan.Tumbuh.2.2.Persen

http://www.vibiznews.com/2013-04-16/imf-proyeksi-pertumbuhan-ekonomi-global-tahun-2013-sebesar-3-3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: